Loading...

MUJ ONWJ Turut Mengajak Warga Berperan Aktif Membersihkan Pesisir Pantai Karawang

TIRTA JAYA, KARAWANG – PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ) dan BUMD Karawang, PD Petrogas Persada Karawang (PPK)  bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) meninjau kegiatan warga sekitar pesisir pantai Karawang yang bahu membahu membersihkan area yang terpapar tumpahan minyak dari sumur YYA-1.

“MUJ ONWJ bersama dengan PPK juga turut mendampingi PHE ONWJ untuk sosialisasi insiden tumpahan minyak dari sumur YYA-1 kepada perwakilan Kecamatan Tirta Jaya,” diterangkan oleh Direktur Operasional PT MUJ ONWJ, Ardra Teja Bhaswara di Jakarta, Sabtu (26/7).

Ardra mengatakan, hingga saat ini masyarakat binaan PHE ONWJ di sepanjang pesisir pantai Karawang yang berjumlah kurang lebih 1000 warga terus berperan aktif membantu OSCT (oil spill combat team) PHE, sambil menunggu proses penanggulangan di sumur YYA-1 selesai.

“Berdasarkan  hasil peninjauan bersama dengan kepala perkumpulan Nelayan di Desa Tambak Sari, masyarakat binaan PHE ONWJ di area tersebut turut berperan aktif dalam membantu membersihkan tumpahan minyak yang terpapar, sebagian masyarakat membantu OSCT (oil spill combat team) dalam pemasangan oil boom di muara-muara, dan sebagian melakukan pembersihan tumpahan minyak di pesisir pantai dan muara sungai,” terang Ardra.

Sementara, Direktur Utama PT MUJ ONWJ, Ryan Alfian Noor menjelaskan kronologis insiden gelembung lepas pantai dari sumur YYA-1 di Kabupaten Karawang, pada Jumat 12 Juli 2019 lalu terjadi flowback gelembung gas di sumur YYA-1 ketika akan dilakukan reperforasi, lapangan YYA tersebut sudah dieksplorasi sejak tahun 2011 lalu. Di dalam lapangan YYA sendiri terdiri dari tiga sumur yakni YYA-1, YYA-2 dan YYA-3.

“Berdasarkan keterangan dari pihak PHE ONWJ, bahwa lebih dari 60 crew dievakuasi secara bertahap dan 100 persen selesai pada hari Minggu tanggal 14 Juli”.

Untuk selanjutnya, kata Ryan, pada Senin 15 Juli, pihak PHE ONWJ menyatakan status keadaan darurat dan pada Rabu 17 Juli dilakukan assessment terkait insiden tersebut. Saat ini, tetap menjaga platform yang miring bersandar ke Rig.

“Dari hasil assessment adalah akan mematikan sumur YYA-1 yang saat ini sedang dilakukan oleh kontraktor Boots & Coots,” paparnya.

Pihak PHE telah melakuan sterilisasi area sekitar platform YYA menggunakan security patrol boat dan operation boat dan juga telah mengerahkan 29 kapal untuk oil spill combat, patrol dan standby firefighting.

“PHE sudah melaporkan dan melakukan sosialisasi kejadian tersebut di atas kepada Pemerintah Kabupaten melalui Sekda Karawang (perwakilan Gubernur), Polres Karawang, Dinas Kelautan, dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat,” ujar Ryan.

Saat ini, menurut Dirut MUJ ONWJ, pihak PHE akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di desa sepanjang pesisir pantai Karawang antara lain Sedari, Cemara, Pakisjaya dan Tambak Sari.

“MUJ ONWJ telah berkoordinasi dengan BUMD Karawang (PPK) dan saat ini sedang dilakukan penelusuran terkait partai lokal dan tokoh masyarakat di daerah untuk membantu pihak PHE ONWJ dalam melakukan sosialisasi,” paparnya.

“Kami dari MUJ ONWJ, BUMD Karawang (PPK) bersama dengan PHE ONWJ meninjau salah satu area di pesisir pantai Karawang yaitu desa Tambak Sumur dan desa Tambak Sari,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan