Loading...

ICP Mei Merangkak Naik Jadi US$25,67 per Barel

ICP Mei Merangkak Naik Jadi US$25,67 per Barel

JAKARTA – Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) mulai merangkak naik pada Mei 2020 dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) No 107.K/12/MEM/2020 tentang penetapan harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2020 ICP ditetapkan sebesar US$25,67 per barel atau naik sekitar 24% dari realisasi ICP pada April yakni sebesar US$20,66 per barel. Untuk ICP SLC juga naik sekitar 24% dari posisi pada April sebesar US$22,07 per barel menjadi US$27,44 per barel. (lebih…)

188 Pelanggan Industri Mulai Nikmati Harga Gas Maksimal US$6 Per MMBTU

188 Pelanggan Industri Mulai Nikmati Harga Gas Maksimal US$6 Per MMBTU

JAKARTA – Industri akhirnya mendapatkan harga gas maksimal US$6 per MMBTU setelah PT Perusahaan Gas Negara Tbk menandatangani komitmen kebijakan penetapan harga gas dengan pelanggan industri tertentu sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2020. Penandatanganan kesepakatan implementasi Kepmen ESDM 89.K/ 2020 dengan pelanggan untuk area Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Surabaya dan Medan melalui mekanisme virtual. (lebih…)

Pertamina Pasok Gas ke Industri 318,65 BBTUD

Pertamina Pasok Gas ke Industri 318,65 BBTUD

JAKARTA- Dua anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu migas, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menyepakati penjualan gas bumi sebesar 318,65 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) untuk kebutuhan industri domestik sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 Tahun 2020. Volume gas bumi yang berhasil disepakati mencapai 26,7 persen dari total 1.188 BBTUD yang diatur dalam Kepmen ESDM tersebut. (lebih…)

Industri Hulu Migas Perlu Kepastian Badan Pengelola

Indonesian Oil and Gas Exploration - What The Hell is That? | KASKUS

JAKARTA – Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendesak pemerintah untuk segera memutuskan pengelola kegiatan usaha hulu migas.

Muhammad Arfan, Ketua Serikat Pekerja (SP) SKK Migas, mengatakan yang dibutuhkan para stakeholder di industri hulu migas adalah kepastian. Pasalnya sejak BP Migas dibubarkan pada 2012, setelah itu tidak ada kepastian terkait siapa yang mengelola kegiatan usaha hulu migas. Kondisi tersebut berdampak negatif pada pengembangan industri hulu migas. (lebih…)