Loading...

Dorong Investasi, Perusahaan Migas Akan Bisa Pilih Skema Bagi Hasil

Kementerian ESDM mempertimbangkan kebijakan agar perusahaan migas bisa memilih skema bagi hasil, guna mendorong investasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertimbangkan kebijakan agar investor bisa memilih dua skema kontrak bagi hasil minyak dan gas (migas) yakni gross split atau cost recovery. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan investasi. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kementeriannya sudah berdiskusi dengan para investor terkait pilihan skema bagi hasil. “Kami memikirkan demikian. Jika fleksibilitas itu ada, sehingga memang daya tarik untuk investasi di situ lebih baik,” kata dia di Gedung DPR RI, Rabu (27/11). (lebih…)

Setelah Kontrak Habis 2023, Pemerintah Setop Ekspor Gas ke Singapura

Setelah Kontrak Habis 2023, Pemerintah Setop Ekspor Gas ke Singapura

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak akan memperpanjang kontrak ekspor gas ke Singapura dari Blok Corridor yang akan habis pada 2023.

Arifin Tasrif, Menteri ESDM, mengatakan ke depan penyerapan gas untuk kebutuhan domestik akan meningkat, sehingga dibutuhkan kepastian pasokan gas. Salah satu manfaat utama gas untuk domestik   adalah untuk pembangkit listrik, sehingga bisa ikut membantu meningkatkan rasio elektrifikasi. (lebih…)

Tak Capai Target, Lifting Minyak Pertamina EP Diproyeksi 83 Ribu BOPD

Pertamina, lifting migas

Pertamina EP memproyeksi produksi siap jual atau lifting minyak perusahaan tak capai target tahun ini. Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menyebut lifting minyak hingga akhir 2019 hanya mencapai 83.700 barel minyak per hari (bopd).   Ini lantaran produksi beberapa lapangan tak kunjung meningkat sesuai rencana perusahaan. “Karena tahun ini masih strugling  belum bisa capai target,” kata Nanang saat ditemui di Jakarta, Selasa (26/11). (lebih…)

Investasi Pertamina Rp 110 Triliun Tahun Depan, Mayoritas Sektor Hulu

Pertamina, investasi pertamina, migas, proyek hulu migas pertamina, kilang pertamina, kilang, blok mahakam, blok rokan

“Aloksi paling besar, sekitar US$ 3,5 miliar hingga US$ 3,7 miliar di hulu untuk pengembangan aset hulu yang kami kelola,” kata Pahala.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri mengatakan, Pertamina berencana menggelontorkan dana US$ 7,8 miliar (sekitar Rp 110 triliun) untuk kegiatan investasi di tahun 2020. Adapun nominal angka investasi tersebut meningkat dari tahun ini sebesar US$ 4,2 miliar.

Menurut dia, hampir separuh dari investasi US$ 7,8 miliar tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kegiatan hulu migas. Kegiatan itu berupa eskplorasi dan pengembangan wilayah kerja yang dikelola oleh Pertamina.

“Aloksi paling besar, sekitar US$ 3,5 miliar hingga US$ 3,7 miliar di hulu untuk pengembangan aset hulu yang kami kelola,” kata Pahala seusai menghadiri suatu acara di Jakarta, Sabtu (23/11).

Menurut Pahala, pengembangan wilayah kerja pada tahun depan yang akan menjadi fokus, salah satunya Blok Mahakam. Perusahaan pelat merah tersebut akan menggelontorkan dana lebih dari US$ 1 miliar untuk pengembangan blok migas di Kalimantan Timur ini. Investasi hulu migas lainnya adalah di Blok Rokan. Namun, Pahala belum bisa membeberkan nominal angka yang akan digelontorkan oleh perusahaan. Pasalnya, diskusi mengenai transisi di Blok Rokan antara Pertamina dengan Chevron Pacific Indonesia (CPI) masih berjalan.

Investasi hulu migas lainnya adalah di Blok Rokan. Namun, Pahala belum bisa membeberkan nominal angka yang akan digelontorkan oleh perusahaan. Pasalnya, diskusi mengenai transisi di Blok Rokan antara Pertamina dengan Chevron Pacific Indonesia (CPI) masih berjalan. “Rokan masih transisi kita lakukan diskusi dengan operator sekarang sesuai PSC Pemerintah 2021,” kata Pahala.

Sumber: https://katadata.co.id/berita/2019/11/23/investasi-pertamina-rp-110-triliun-tahun-depan-mayoritas-sektor-hulu
Penulis: Verda Nano Setiawan
Editor: Safrezi Fitra

Pertamina Target Produksi Migas Hingga Akhir Tahun Capai 910 MBOEP

Kilang Pertamina

PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak dan gas bumi  akan mencapai angka 910 ribu ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) di sepanjang 2019 ini. Angka tersebut naik 18,4% dari capaian tahun lalu yakni 768 ribu MBOEPD. Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengatakan perusahaan pelat merah itu berhasil menahan laju penurunan alamiah lapangan tua. Apalagi banyak lapangan yang terus mengalami turun produksinya hingga 50% secara agregat. (lebih…)

Dua Proyek Baru Gagal Produksi, Lifting Migas 2019 Diproyeksi Turun

skk migas, lifting migas

SKK Migas menyebut proyek YY yang dikelola Pertamina dan Buntal-5 yang dikelola Medco Energi gagal produksi tahun ini. Lifting migas pun diproyeksi turun.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyatakan dua proyek migas gagal produksi tahun ini, yaitu Proyek YY yang dioperasikan Pertamina dan Buntal-5 yang dikelola Medco Energi. Lifting migas 2019 pun diproyeksi turun dan tak mencapai target.  Biarpun begitu, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno tak merinci proyeksi angka lifting hingga hingga akhir tahun ini. “Ya turun. Tapi sedang diusahakan sekuat tenaga untuk mencapai atau mendekati target,” kata Julius kepada Katadata.co.id, Kamis (14/11). (lebih…)

Memburu Giant Discovery, Pertamina Mulai Eksplorasi Terbuka Survei Seismik 2D 30 Ribu KM

Memburu Giant Discovery, Pertamina Mulai Eksplorasi Terbuka Survei Seismik 2D 30 Ribu KM

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang), cucu usaha PT Pertamina (Persero) mulai aktif melakukan kegiatan eksplorasi pasca resmi menandatangani kontrak gross split Blok Jambi Merang sejak 10 Februari 2019 hingga 20 tahun mendatang. Tidak tanggung-tanggung, PHE Jambi Merang akan melakukan kegiatan eksplorasi survei seismik 2D dengan jarak 30 ribu kilometer. Pertamina mengklaim kegiatan survei tersebut merupakan terbesar dalam 10 tahun terakhir di kawasan Asia Pasifik. (lebih…)