Loading...

Pertamina Hulu Energi Targetkan Investasi Migas Tahun Depan Rp 7,6 T

pertamina hulu energi, investasi migas

Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan investasi migas tahun depan sebesar US$ 543 juta atau Rp 7,6 triliun (kurs Rp 14.100/US$). Target tersebut lebih besar dibanding target tahun ini sebesar US$ 366 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun. Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan bahwa investasi tersebut untuk membiayai serangkaian kegiatan pengeboran pada 2020 yang meliputi enam sumur eksplorasi, 51 sumur pengembangan, dan 50 sumur kerja ulang (work over). (lebih…)

Belajar dari Insiden Sumur YYA-1

Belajar dari Insiden Sumur YYA-1

PAGI itu, Pulau Untung Jawa  semarak.  Dua speedboat yang membawa sekitar 80 penumpang dari Marina Ancol merapat di pelabuhan Untung Jawa dengan waktu yang tidak berselang lama. Kurang dari dua jam, satu speedboat lainnya dari Pulau Lancang juga ikut merapat di Untung Jawa.

Tiga speedboat itu bukan mengangkut wisawatan yang biasa menyambangi salah satu destinasi wisata di Kepulauan Seribu itu, namun mereka adalah rombongan yang akan melakukan aksi bersih-bersih pantai. (lebih…)

Tutup Permanen Sumur YYA, PHE akan Manfaatkan Relief Well Produksikan Cadangan Migas ONWJ

Tutup Permanen Sumur YYA, PHE akan Manfaatkan Relief Well Produksikan Cadangan Migas ONWJ

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina (Persero) memastikan tidak lagi menggunakan tiga sumur YYA di Blok Offshore North West Java (ONWJ) untuk kegiatan operasi migas. PHE akan memindahkan lokasi pengeboran dan membuka opsi memanfaatkan sumur penyumbat atau relief well untuk meningkatkan dan memproduksikan cadangan migas Blok ONWJ.

Taufik Aditiyawarman, Direktur Operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) yang juga Incident Commander penanganan sumur YYA-1, mengatakan jika sudah disemen, ketiga sumur YYA akan ditinggalkan karena sudah tidak mungkin dimanfaatkan kembali.

“Kalau untuk recovery cadangan, nanti kami akan pindah lokasi. Jadi salah satu opsi, kami akan menggunakan relief well yang pertama untuk ngebor cadangan yang ada di bawah,” ujar Taufik saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jumat (25/10).

PHE menargetkan penutupan permanen tiga sumur YYA tuntas sebelum pertengahan November 2019. Untuk penutupan permanen dengan proses penyemenan tersebut, PHE mengalokasikan dana US$3 juta.

Taufik menegaskan tumpahan minyak atau oil spill dari sumur YYA-1 sudah tidak ada lagi sejak 21 September 2019. Sumber kebocoran telah ditutup pada Sabtu, 21 September lalu pukul 10.30 WIB. Incident Management Team (IMT) berhasil melakukan penetrasi penyumbatan dari relief well ke sumur YYA-1 dari kedalaman 8.964 kaki, sehingga lumpur berat tidak lagi keluar dari sumur tersebut.

“Kalau sudah disemen selanjutnya kami akan melakukan pemotongan anjungan yang miring. Anjungan tersebut akan di-recover untuk kemudian semaksimal mungkin dimanfaatkan di masa depan,” ungkap Taufik.

Di tempat terpisah, Fatar Yani Abdurrahman, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengatakan opsi yang bisa ditempuh untuk memanfaatkan cadangan di sekitar area proyek YY adalah melalui relief well. PHE berencana untuk membuat relief well YYA-1 sebagai sumur produksi. Karena memang pada dasarnya saat dilakukan penyumbatan otomatis kedua sumur memiliki jaringan bawah tanah yang sama.

“Relief well bisa juga buat jadi sumur produksi. YYA ada target batu raja, ini masih dalam diskusi,” tukasnya.

Menurut Fatar Yani, selain sumur YYA-1, PHE akan menutup YYA-2 dan YYA-3 yang menjadi bagian dari proyek YY di Blok ONWJ. Proyek YY mengandalkan cadangan yang berada di sumur YYA-1, sehingga ketika YYA-1 tidak bisa diproduksikan maka sumur lain menjadi tidak ekonomis. “PHE akan menutup dua sumur lain YYA-2 dan YYA-3 kenapa ditutup, pertimbangannya adalah sumur dua lagi produksi tidak sebesar sumur yang bocor. Reaktifasi platform akan lebih mahal. Jadi sebaiknya ngebor tempat lain,” kata Fatar Yani.(AT/RI)

Sumber: https://www.dunia-energi.com/tutup-permanen-sumur-yya-phe-akan-manfaatkan-relief-well/

Pertamina Belum Tuntaskan Investigasi Kebocoran Sumur Migas Blok ONWJ

Pertamina, Blok ONWJ

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (20/9/2019). Pertamina belum menuntaskan investigasi penyebab kebocoran gas dan tumpahan minyak dari sumur YYA-1 Blok ONWJ.

Pertamina belum juga menyelesaikan investigasi penyebab kebocoran gas dan tumpahan minyak dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Padahal peristiwa tersebut terjadi sejak 12 Juli 2019 lalu. (lebih…)